10 Seni Beladiri Paling Mematikan Di Dunia

Seni Beladiri

Seni Beladiri Mister yakin kebanyakan dari kamu pasti masih termasuk kategori anak muda yang aktif dan berenergi, kan? Selain ikut kegiatan organisasi di sekolah/kampus, kursus matematika, sampai les harpa dan berkuda (halah), belajar beladiri juga gak kalah penting, lho. Bukan cuma bisa buat nyalurin energi dan jadi olahraga, kamu juga bisa jaga diri kalau ikut martial arts. Tapi hati-hati, ya. Meskipun punya manfaat yang banyak banget, beladiri berikut ini harus dipelajari dengan bijak atau sekalian aja dihindari. Kenapa? Soalnya, semuanya termasuk jenis beladiri paling mematikan di dunia!

1. Lerdrit

Lupain Muay Thai yang sekarang populer dijadikan olahraga mengencangkan lengan dan paha yang bergelambir. Yuk, kenalan sama Lerdrit, beladirinya pasukan elit Kerajaan Thailand! Sebenernya, gaya bertarung Lerdrit mirip sama Muay Thai tapi lebih berkelas. Semua orang yang belajar beladiri ini diajarin buat nyerang mendadak tanpa peringatan. Apa saja jurusnya? Banyak! mulai dari tendangan ke arah tenggorokan sampai nyodok pelipis dengan siku. Beuh, tajem banget kayak mulut tetangga! Semua serangan mengandalkan bagian badan yang keras kayak lutut, telapak tangan, tulang kering, dan siku. Pokoknya, beladiri ini khusus dirancang buat situasi antara hidup dan mati alias buat ngebunuh lawan. Titik.

2. Krav Maga

Berhubung orang Israel udah akrab banget sama konflik sejak awal peradaban, gak heran mereka ngembangin seni beladiri ini. Efektif sekaligus super berbahaya, Krav Maga udah jelas gak bisa dijadiin cabang olahraga karena gerakannya gak ada yang mikirin keselamatan lawan. Pasukan perang Israel awalnya menciptakan Krav Maga dengan tujuan mengakhiri hidup lawan berantem mereka secepat dan seefisien mungkin. Mau tau apa slogan mereka? “Sakiti lawanmu separah mungkin, lalu pergi.” Ngeri, gak, tuh?

3. Dambe

Konon, Dambe berakar dari tradisi kuno bangsa Mesir yang suka tinju. Seni beladiri yang dikembangin sama suku Hausa di Afrika Barat ini tersebar dari desa ke desa melalui upacara pertarungan dan duel spontan. Jadi, dulu suku Hausa yang kebanyakan berprofesi sebagai tukang daging ini ngembangin teknik bertarung yang didominasi gerakan tinju. Sebelum bertarung, tangan mereka dibungkus tali dan kaki dominan mereka juga dibungkus rantai tajem. Udah jelas, kan, kalau mereka gak mau mukul dan nendang orang dengan biasa-biasa aja? Pokoknya, darah harus muncrat ke mana-mana! Satu lagi fakta menarik para petarung Dambe: mereka biasanya suka ngelakuin ritual ngisep mariyuana sebelum bertanding.

4. Bokator

Lagi-lagi dari Asia Tenggara, tepatnya dari Kamboja, sekarang kita bahas salah satu beladiri paling mematikan di dunia yang bernama Bokator. Sejak jaman pasukan Angkor menguasai medan perang di daerah Indocina lebih dari 1.700 tahun lalu, Bokator yang berarti “Menghajar singa” jadi keahlian yang wajib dimiliki prajurit Angkor. Kenapa dinamakan Bokator? Konon, nama ini berasal dari legenda kuno tentang seorang prajurit yang berhasil membunuh singa hanya dengan SATU kali serangan lutut. Mirip-mirip beladiri Asia lainnya, 10.000 jurus Bokator juga banyak mencontoh gerakan hewan, misalnya elang, bangau, kuda, ular, singa, dan buaya darat. Semuanya didominasi serangan dengan siku dan lutut, jurus kunci, bantingan, dan masih banyak lagi.

5. Eskrima

Di negara asalnya, Filipina, Eskrima jadi olahraga nasional yang dipelajari banyak orang. Beladiri ini didominasi gaya bertarung dengan senjata, misalnya aja pakai tongkat, pisau, pedang, dan senjata hasil modifikasi lainnya. Berhubung jurus-jurusnya bisa bikin nyawa orang melayang, dulu tentara Spanyol melarang keras rakyat Filipina ngelakuin dan menyebarluaskan beladiri ini. Untungnya, Eskrima masih tetap bertahan sampai sekarang karena orang Filipina menyamarkan gerakan-gerakannya jadi mirip tarian. Wah, kayak Capoeira juga, ya.

6. Bakom

Lahir di tengah kemiskinan di Lima, Peru, Bakom sama kayak kondisi kehidupan di sana brutal! Gak cuma bertujuan melemahkan atau ngebunuh lawan, Seni Beladiri Bakom juga ngajarin tipuan dan taktik gak terpuji lainnya, yaitu menyerang secara sembunyi-sembunyi dengan senjata. Bakom diciptain sama mantan Angkatan Laut sekaligus narapidana, Robert Puch Bezada, yang ngegabungin banyak elemen Jiu Jitsu dan gaya berantem jalanan khas Vale Tudo. Apa itu Vale Tudo? Sabar, nanti Mister jelasin, ya. Balik lagi ke Bakom, jurus beladiri paling mematikan ini gak jauh-jauh dari mengunci sekaligus mematahkan lengan, gerakan mencekik, sampai serangan ke organ-organ vital. Gak ada ampun, deh!

7. Vale Tudo

Nah, sekarang waktunya ngomongin Seni Beladiri Vale Tudo. Meskipun gak sepopuler Capoeira dan Brazilian Jiu Jitsu, Vale Tudo justru lebih sadis daripada mereka. Gimana gak kejam? Arti namanya aja “Apa pun bisa dilakukan.” Jadi, kalau lagi bertarung pakai gaya Vale Tudo, apapun sah-sah aja kamu lakuin, tanpa aturan. Pertarungan Vale Tudo biasanya brutal dan sering masuk berita, jadi pantes aja kalau pertandingannya harus diadakan secara sembunyi-sembunyi supaya gak perlu berurusan sama polisi.

8. Rough and Tumble

Beladiri dengan gaya asal-asalan tapi mematikan ini diciptakan abad ke-18 di bagian selatan Amerika Serikat. Gak perlu ada kuda-kuda segala, karena kalau mau melumpuhkan lawan, jurus terkenal mereka adalah mencolok mata! Coba pikirin, mana ada beladiri legal yang ngebolehin serangan macam begini?

Masih kurang tega? Para petarung Seni Beladiri Rough and Tumble juga dibolehin mengasah gigi mereka supaya bisa setajam silet. Dengan begini, mereka bebas gigit telinga, hidung, bibir, dan jari lawan mereka sampai putus. Gak cuma itu! Berhubung serangan ke organ genital dianggap sah, banyak petarung bela diri ini kehilangan kemampuan reproduksinya.

9. System

Ini dia Seni Beladiri sadis ciptaannya orang Rusia! Mematikan, sih, udah pasti, tapi Systema juga patut dibilang pinter. Kenapa? Karena beladiri ini fokus ngendaliin bagian-bagian tubuh yang penting, mulai dari siku, leher, pinggul, pergelangan kaki, sampai pundak dengan cara menekan dan memukul. Orang-orang yang ingin menguasai Systema harus belajar soal kelemahan tubuh manusia, supaya mereka bisa memanipulasi lawan sesuka hati. Kerennya lagi, Systema bukan cuma buat duel satu lawan satu. Kita bisa ngelumpuhin enam orang bersenjata yang menyerang dari segala arah sekaligus.

10. Kalari Payattu

Seni Beladiri Asli dari Kerala, India, konon Kalari Payattu adalah beladiri paling mematikan sekaligus tertua di dunia yang jadi moyang beladiri lainnya. Katanya, sih, jurus-jurusnya diciptain sama reinkarnasi dewa Wisnu langsung! Mau bertarung dengan tangan kosong atau pakai senjata, Kalari Payattu punya banyak variasi jurus. Salah satu yang paling terkenal adalah Marma Arti (memukul titik-titik vital) yang secara instan bisa melumpuhkan, atau bahkan ngebunuh lawan. Padahal yang dipukul cuma satu dari 108 titik syaraf yang ada di badan manusia, lho. Bayangin, cuma satu!

Pengertian Apresiasi Seni, Fungsi, Manfaat, Dan Tujuan

Apresiasi

Apresiasi merupakan sesuatu cara ataupun wujud apresiasi serta evaluasi kepada sesuatu perihal yang berkaitan dengan buatan seni serta buatan kesusastraan. Dengan cara etimologi tutur Penghargaan berawal dari bahasa latin, ialah Apreciatio yang maksudnya menghormati. Sebaliknya dengan cara terminologi, maksud tutur apreasiasi merupakan cara evaluasi ataupun apresiasi positif yang dicoba oleh seorang kepada suatu.

Bagi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maksud apreasiasi merupakan tiap evaluasi bagus, apresiasi, kepada buatan seni serta buatan kesusastraan.

Penafsiran Penghargaan Bagi Para Ahli

Supaya lebih menguasai apa maksud penghargaan, kita bisa merujuk pada opini sebagian pakar mengenai arti penghargaan. Di dasar ini merupakan penafsiran penghargaan bagi para pakar.

Baca Juga : Seni Kriya Pengertian, Sejarah, Fungsi, Jenis, Dan Contohnya

1. Prayogi

Bagi Prayogi penafsiran penghargaan merupakan seluruh kegiatan membagikan apresiasi yang dicoba bagaikan hasil pemakaian, peresapan, serta evaluasi seorang kepada suatu buatan kesusastraan atau buatan seni khusus. Penghargaan pula ialah wujud rasa heran yang pergi dari diri penikmat buatan seni atau buatan kesusastraan khusus.

2. S. E Effendi

Bagi S. E Effendi penafsiran penghargaan merupakan kegiatan menemani membuat kesusastraan dengan benar- benar alhasil berkembang penafsiran, apresiasi, sensibilitas benak kritis serta sensibilitas perasaan yang bagus kepada buatan kesusastraan.

3. Verbeek

Bagi Verbeek penafsiran penghargaan merupakan sesuatu pemahaman memperhitungkan melalui pendalaman sesuatu buatan seni dengan memberdayakan semua individu yang mengaitkan perasaan, pengalaman, kemauan, serta asumsi seorang.

4. Hornby

Bagi Hornby maksud penghargaan merupakan identifikasi serta uraian yang pas, estimasi, evaluasi, serta statment yang membagikan evaluasi.

5. Elliyati

Bagi Elliyati arti penghargaan merupakan tiap aktivitas yang mengakrabi buatan kesusastraan dengan cara benar- benar yang berhubungan intensitas penikmat kesusastraan buat mengidentifikasi, menghormati serta mendalami, alhasil bisa menciptakan spiritualisasi yang betul- betul dalam.

6. Albert R. Candler

Bagi Albert R. Candler penafsiran penghargaan merupakan cara memaknakan dan mengetahui seluruhnya seluk beluk buatan seni, dan jadi sensitif hal pertanda artistik serta berseni, alhasil bisa menikmati serta memperhitungkan buatan itu dengan cara sebaiknya.

Guna Penghargaan Dengan Cara Umum

Merujuk pada penafsiran penghargaan di atas, guna apreasiasi dengan cara biasa merupakan bagaikan wujud mimik muka apresiasi pada sesuatu buatan. Selanjutnya ini merupakan sebagian guna seni:

  • Bagaikan metode buat membagikan evaluasi, bimbingan, empati, kepada suatu buatan seni ataupun kesusastraan.
  • Alat buat tingkatkan rasa cinta warga kepada buatan anak bangsa, serta wujud perhatian kepada sesama.
  • Bagaikan metode buat tingkatkan serta meningkatkan keahlian orang dalam bermacam perihal.

Khasiat Apresiasi

Membagikan penghargaan pada orang lain atas ciptaannya hendak membagikan akibat untuk orang serta warga. Selanjutnya ini merupakan sebagian khasiat penghargaan bila diaplikasikan dengan bagus:

  • Supaya kita menguasai mengenai buatan seni dari bermacam bagian.
  • Tingkatkan rasa kesukaan kepada buatan seni serta sesama orang.
  • Jadi alat buat melaksanakan bimbingan, hiburan, empati, serta lain- lain.
  • Tingkatkan serta meningkatkan sesuatu buatan seni jadi lebih bagus di era kelak.

Tujuan Apresiasi

Apa tujuan membagikan penghargaan pada orang lain? Dengan cara biasa, tujuan melaksanakan penghargaan merupakan buat mengedukasi warga supaya mengenali apa, gimana, serta alibi dari sesuatu buatan seni dilahirkan. Dengan sedemikian itu, warga bisa mendalami serta memperhitungkan sesuatu buatan serta meningkatkan angka estetikan dari buatan seni itu.

Tidak hanya itu, tujuan penghargaan merupakan bagaikan selanjutnya:

  • Buat menilai serta meningkatkan angka estetika buatan seni
  • Tingkatkan serta meningkatkan keahlian berkarya serta berimajinasi
  • Buat melengkapi keelokan buatan seni

Tipe-Tipe Apresiasi

Dengan cara biasa, tipe penghargaan bisa dibedakan dalam 4 golongan. Selanjutnya ini merupakan sebagian tipe penghargaan itu:

1. Penghargaan Empatik

Tipe penghargaan ini ialah kegiatan memperhitungkan ataupun menghormati sesuatu buatan seni yang bisa diperoleh dengan cara indera saja.

2. Penghargaan Estetis

Tipe penghargaan ini ialah aktivitas memperhitungkan ataupun menghormati sesuatu buatan seni dengan mengaitkan observasi mendalam serta pendalaman.

3. Penghargaan Kritik

Tipe apresisi ini ialah kegiatan memperhitungkan ataupun menghormati sesuatu buatan seni dengan mengaitkan artian, analisa, cerita, klasifikas, penilaian, serta apresiasi.

Tahap-Tahap Apresiasi

Pada praktiknya, di dalam aktivitas penghargaan ada sebagian jenjang spesial. Selanjutnya ini merupakan tahap- tahap penghargaan pada biasanya:

  • Observasi; cara observasi sesuatu buatan seni tidak cuma lewat indera saja, tetapi memberdayakan semua individu seorang.
  • Kegiatan Fisiologis; kegiatan ini merupakan sesuatu aksi jelas dikala melaksanakan observasi.
  • Aktvitas Intelektual; kegiatan ini ialah anggapan dengan penilaian yang memunculkan sesuatu pemahaman delusif bagaikan penganjur daya cipta.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian apresiasi, fungsi, tujuan, manfaat, jenis dan tahapan apresiasi pada umumnya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Seni Kriya Pengertian, Sejarah, Fungsi, Jenis, Dan Contohnya

Seni Kriya

Apa yang diartikan dengan seni Kriya? Penafsiran seni Kriya merupakan tipe buatan seni yang diperoleh dengan menggunakan keahlian tangan orang dimana buatan itu mencermati angka estetika atau keelokan serta pula pandangan fungsional.

Dengan cara etimologis, sebutan Kriya didapat dari bahasa Sansekerta, ialah Krya yang memiliki maksud melakukan. Pada kemajuannya, tutur dari sebutan ini jadi meningkat, antara lain buatan, kegiatan, serta kriya. Tetapi ketiga tutur itu sedang memiliki arti yang serupa.

Jadi, pelangiqq penafsiran seni Kriya merupakan seni kerajinan tangan dimana cara pembuatannya memakai tangan orang (hand made) serta menginginkan keahlian spesial. Tipe seni ini ialah salah satu wujud seni muka terapan nusantara yang telah diketahui semenjak zaman nenek moyang.

Tanpa kita sadari sesungguhnya seni Kriya terdapat banyak di dekat kita serta telah kerap kita maanfaatkan tiap hari. Misalnya saja benda perhiasan, bangku kusen, busana, serta lain serupanya.

Asal Usul Serta Kemajuan Seni Kriya

Bagi data dari bermacam pangkal, seni Kriya telah ditemui semenjak zaman prasejarah. Perihal ini dibuktikan dari terdapatnya temuan barang- barang dari era Neolithikum (era batu belia) yang wujudnya semacam yang terdapat pada seni Kriya.

Pada era prasejarah, barang- barang itu terbuat dari materi tanah liat, batu, serta metal dengan beraneka ragam guna serta khasiat. Terdapat yang dipakai bagaikan perlengkapan buat mencari, media, serta pula buat bertani.

Pada era itu, seni Kriya terbuat dengan cara simpel serta lebih memajukan pandangan fungsional ataupun buat keinginan raga. Tetapi, orang era prasejarah telah mulai paham mengenai seni, perihal ini nampak dari temuan gerabah yang telah ada riasan berbentuk simbol- simbol kehidupan kebatinan yang mereka yakin.

1. Seni Kriya Konvensional Klasik

Pada era kerajaan Hindu- Budha sudah banyak menciptakan buatan seni kerajinan tangan. Metode serta hasil buatan seni yang terbuat pada era itu bersumber pada pandangan ajaran hidup agama Hindu, Budha, serta Islam.

Sebagian ilustrasi Kriya pada era klasik antara lain;

  • Boneka kulit
  • Cerdas perak serta emas
  • Ukiran-ukiran kayu
  • Keris serta senjata lainnya
  • Kerajinan topeng
  • Serta lain-lain

2. Seni Kriya Konvensional Rakyat

Buatan seni Kriya konvensional dicocokkan dengan karakter, akhlak, dan area pada era itu. Ada pula tipe serta metode pembuatan Kriya didetetapkan oleh materi serta perlengkapan yang terdapat di dekat tempat bermukim warga.

3. Seni Kriya Indonesia Baru

Pada era kolonial, warga Indonesia memperoleh pembelajaran yang mengedapankan nilai-nilai logis serta kehidupan jasmaniah. Perihal ini menyebabkan pemahaman masarakat hendak nilai- nilai konvensional seni Kriya jadi pudar.

Sebagian orang mencampurkan Kriya seni konvensional dengan kriya terkini dengan memakai materi-materi pabrik. Cara komersialisasi ini kesimpulannya membuat para artis tidak dapat memberikan kemampuan mereka pada angkatan penerus.

Pada era modern semacam saat ini ini, seni Kriya dipakai bagaikan barang terapan, riasan, riasan, serta mainan.

Guna Seni Kriya

Pada era saat ini, tipe buatan seni ini banyak digunakan bagaikan riasan atau riasan, barang mainan, serta pula bagaikan barang terapan.

1. Bagaikan Riasan Atau Dekorasi

Bahan- bahan kerajinan tangan banyak digunakan bagaikan barang dekorasi, riasan, ataupun riasan ruangan. Dalam perihal ini, seni Kriya lebih mengutamakan guna estetika alhasil bisa mempercantik sesuatu ruangan.

Sebagian ilustrasi buatan seni tipe ini yang digunakan bagaikan riasan atau riasan;

  • Patung
  • Riasan dinding
  • Seni ukir
  • Barang cinderamata
  • Tembikar
  • Serta lain- lain
2. Bagaikan Barang Mainan

Tidak hanya bagaikan riasan atau riasan, tipe buatan seni ini pula banyak digunakan bagaikan perlengkapan game. Biasanya tipe kriya semacam ini wujudnya simpel dengan materi yang lumayan gampang diperoleh serta digarap, dan biayanya terjangkau.

Sebagian ilustrasi buatan seni tipe ini yang digunakan bagaikan perlengkapan game;

  • Boneka
  • Congklak
  • Kipas kertas
  • Serta lain-lain
3. Bagaikan Barang Terapan

Tipe Kriya yang digunakan bagaikan barang terapan (sedia gunakan) merupakan barang yang lebih mengutamakan gunanya dibanding estetikanya. Biasanya seni Kriya bagaikan barang terapan ini bisa dipakai dengan aman tanpa melenyapkan faktor estetikanya.

Sebagian ilustrasi buatan seni tipe ini yang dipakai bagaikan barang terapan;

  • Bangku kayu
  • Lemari hias
  • Tempat tidur kayu
  • Keramik
  • Serta lain-lain

Tipe-Tipe Seni Kriya Di Nusantara

Pada dasarnya wujud serta tipe buatan seni di Indonesia amat banyak ragamnya. Tipe buatan seni ini bisa dibedakan bersumber pada bahannya serta metode pembuatannya.

Merujuk pada penafsiran seni Kriya di atas, selanjutnya ini merupakan sebagian rupanya yang terdapat di nusantara;

A. Macam-Macam Seni Kriya Bersumber Pada Bahannya

Tipe Kriya bersumber pada bahannya bisa dipecah jadi sebagian berbagai, ialah; kusen, garmen, keramik, metal, batu, serta kulit.

1. Kriya Kayu

Kriya kusen merupakan tipe kerajinan tangan yang materi dasarnya dari kusen dimana cara pembuatannya umumnya mencampurkan faktor estetika serta fungsional.

Ilustrasinya;

  • Arca kayu
  • Tempat tidur kusen dengan ukiran
  • Meja hias dengan ukiran
  • Masker kayu
  • Serta lain- lain

2. Kriya Tekstil

Tekstil garmen merupakan Kriya yang memakai materi dasar kain yang pembuatannya umumnya mencampurkan faktor keelokan serta fungsional. Kriya garmen bisa dipecah 2 berbagai, ialah;

  • Buatan kain batik
  • Buatan kain tenun

3. Kriya Keramik

Kriya keramik merupakan kerajinan tangan yang terbuat dari materi dasar tanah liat dengan memakai metode khusus alhasil menciptakan wujud yang di idamkan. Pembuatan Kriya keramik ini umumnya memakai sebagian metode, ialah;

  • Metode slab
  • Model putar
  • Metode pilin
  • Model cap tuang

4. Kriya Logam

Kriya metal merupakan kerajinan tangan yang memakai materi dasar metal serta metode khusus alhasil menciptakan wujud metal yang di idamkan. Pembuatan kriya metal dicoba dengan 2 metode, ialah;

  • Metode Cap lilin
  • Metode bivalve

5. Kriya Batu

Kriya batu merupakan tipe kerajinan tangan yang mengenakan materi dasar batu serta membentuknya sedemikian muka alhasil mempunyai angka estetika serta berharga jual. Sebagian ilustrasi Kriya batu antara lain;

  • Cincin batu akik
  • Cincin batu permata
  • Arca dari batu
  • Serta lain-lain

6. Kriya Kulit

Kriya kulit merupakan tipe kerajinan tangan yang memakai kulit bagaikan materi dasarnya. Dalam perihal ini, kulit yang digunakan merupakan kulit jawi, kerbau, buaya, ular, serta lain-lain.

Kulit itu wajib lewat cara serta materi khusus buat mengghasilkan materi kulit yang sedia diolah. Sebagian ilustrasi Kriya kulit antara lain;

  • Tas kulit
  • Ikat pinggang kulit
  • Dompet kulit
  • Jacket kulit
  • Boneka kulit
  • Serta lain- lain

B. Macam- Macam Seni Kriya Bersumber Pada Metode Pembuatannya

Tipe Kriya bersumber pada metode pembuatannya bisa dipecah jadi sebagian berbagai, ialah tatah atau memahat, batik, membordir, rajut, serta kerawang.

1. Kriya Tatah Atau Ukir

Kriya tatah atau memahat merupakan tipe kerajinan tangan yang terbuat dengan metode mengukir ataupun memahat sesuatu materi (kusen, metal, batu) alhasil menciptakan wujud yang dinginkan. Sebagian ilustrasi hasil Kriya tatah atau memahat antara lain;

  • Masker kayu
  • Pahatan furnitur
  • Serta lain- lain

2. Kriya Batik

Kriya batik merupakan kerajinan tangan yang terbuat dengan membagikan pola ataupun lukisan pada suatu kain mengenakan materi perona khusus alhasil menciptakan pola cocok dengan yang di idamkan. Ada pula metode batik yang lazim digunakan merupakan;

  • Metode tulis
  • Lukis
  • Metode cap

3. Kriya Tenun

Kriya membordir merupakan tipe kerajinan tangan yang terbuat dengan metode memasak hubungan benang beraneka ragam corak alhasil jadi sesuatu kain dengan pola khusus. Terdapat 2 tipe Kriya membordir, ialah membordir songket serta membordir ikat dimana tiap-tiap wilayah mempunyai warna yang istimewa cocok dengan adat-istiadat tiap-tiap.

4. Kriya Anyaman

Kriya rajutan merupakan tipe kerajinan tangan yang terbuat dengan metode memasak materi dasar alhasil membentu suatu pola khusus. Ada pula materi rajutan yang kerap dipakai antara lain;

  • Rajutan rotan
  • Buatan bambu
  • Rajutan tali
  • Butan Pandan
  • Serta lain- lain

5. Kriya Bordir

Kriya kerawang merupakan tipe kerajinan tangan yang terbuat dengan metode menaruh riasan dari benang serta dijahit pada kain buat menaikkan keelokan kain itu.

Demikianlah uraian singkat hal penafsiran seni, asal usul, guna, dan tipe serta ilustrasinya. Mudah- mudahan postingan ini berguna serta menaikkan pengetahuan kalian.